Myslack’s

Just another WordPress.com weblog

All About Samba

Samba merupakan suatu program aplikasi

yang terdiri dari beberapa program.

Samba berfungsi untuk melakukan

sharing data/fi le dan prnter antara O/S

MS Windows dengan O/S Unix/Linux.

Beberapa manfaat dari penggunaan Samba,

antara lain sebagai berikut:

_ Sebagai File Server, yang memungkinkan

berbagi data dan menjalankan program

secara bersama-sama, antarpengguna

sistem operasi Windows dengan

menggunakan Server Linux.

_ Sebagai Printer Server, sehingga pengguna

sistem operasi Windows bisa

melakukan pencetakan secara terpusat.

_ Sebagai Domain controller, sehingga

Linux dapat menggantikan fungsi server

Windows NT/200X.

Adapun langkah-langkah untuk memba

ngun Server Samba adalah sebagai berikut.

 

Download Samba

Anda dapat menggunakan paket Samba

yang telah disertakan dalam CD-CD

distro dan majalah InfoLINUX, atau

melakukan download program aplikasi

Samba pada ftp site berikut ini:

ftp://au1.samba.org/pub/samba/internalgopher-

unknown> samba-2.2.7a.i-386.

Instalasi Samba

Berikut ini, langkah-langkah yang akan

kita jalankan untuk melakukan instalasi

program Samba:

1. Untuk melakukan ekstraksi samba, pada

konsol login sebagai root:

Login: root

Password: password

2. Kemudian masuk ke direktori di mana

Anda menempatkan fi le Samba, misalnya

pada direktori /tmp

[root@localhost:~] # cd /tmp

3. Kemudian lakukan instalasi samba, sebagai

berikut:

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-2.2.3a-6.i386.rpm

samba #######################

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-client-2.2.3a-6.i386.

rpm

samba-client ################

[root@localhost:~] # rpm -ivh

samba-common-2.2.3a-6.i386.

rpm

samba-common ################

 

File konfigurasi Samba

Untuk menjalankan Samba, Anda perlu

mengedit fi le konfi gurasi /etc/samba/smb.

conf. Salah satu caranya dengan menggunakan

editor tesk vi sebagai berikut:

 

1. Masih pada konsol dan sebagai user

root.

2. Lakukan editing pada fi le /etc/samba/

smb.conf, dengan mengetikkan perintah

sebagai berikut:

root@localhost # vi /etc/

samba/smb.conf

3. Tambahkan baris berikut ini:

workgroup = NAMA GROUP

server string = Komentar pada

Server

 

4. Selanjutnya tentukan direktori samba

yang akan diakses secara bersama-sama

oleh pengguna Windows, dengan cara

menambahkan baris berikut ini pada fi le

/etc/samba/smb.conf, sebagai berikut:

[sharename]

comment = masukkan komentar

di sini

path = /home/share/

valid users = user (ganti

dengan user yang ada)

public = yes

writable = yes

printable = no

create mask = 0765

 

5. Berikut ini, contoh konfi gurasi samba

di kantor, di mana direktori yang bisa

di akses dan ditulisi oleh umum terdapat

pada direktori /home/public, sehingga

pada fi le /etc/samba/smb.conf terlihat

seperti contoh berikut ini:

# This is the main Samba

configuration file. You

should read the

# smb.conf(5) manual page

in order to understand the

options listed

# here. Samba has a huge

number of configurable options

(perhaps too

# many!) most of which are

not shown in this example

#

;

;

#A publicly accessible

directory, but read only,

except for people in

# the “staff” group

[public]

comment = Public Stuff

path = /home/public

 

Samba, Sharing File/Printer

Linux dan Windows

Meskipun banyak fungsi Windows sudah diambil alih oleh Linux, saat ini kepopuleran Linux

sebagai desktop masih kalah dari Windows. Untuk itulah, diperlukan Samba sebagai aplikasi

jaringan penghubung desktop Windows dengan desktop dan server Linux.

Samba

public = yes

writable = yes

printable = no

share modes = yes

guest ok = yes

; write list = @staff

Konfigurasi Printer Samba

Untuk melakukan konfi gurasi printer Samba,

Anda harus memastikan bahwa printer

Anda sudah terkonfi gurasi dengan baik

pada Sistem Linux.

Pastikan juga bahwa user Windows

mempunyai hak untuk mengakses printer

Samba tersebut. Untuk menjalankan sharing

printer, lakukan editing pada fi le smb.

conf, kemudian lakukan penambahan baris

berikut ini:

1. Pada konsol, login sebagai root:

Login: root

Password: password

2. Lakukan editing fi le /etc/samba/smb.

conf, ketikkan perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # vi /etc/

samba/smb.conf

3. Selanjutnya tambahkan kalimat seperti

di bawah ini:

[global]

printing = bsd

printcap name = /etc/printcap

load printers = yes

log file = /var/log/sambalog.%

m

lock directory = /var/lock/

samba

[printers]

comment = All Printers

security = server

path = /var/spool/lpd/lp

browseable = no

printable = yes

public = yes

writable = no

create mode = 0700

[ljet]

security = server

path = /var/spool/lpd/lp

printer name = lp

writable = yes

public = yes

printable = yes

print command = lpr -r -h -P

%p %s

 

4. Simpan hasil pekerjaan Anda.

5. Kemudian, untuk memastikan printer

Samba bisa berfungsi dengan baik,

jalankan perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # print

command = smb2ps %s | lpr -r

-h -P %p

 

6. Jika perintah di atas sudah dijalankan

dengan baik oleh printer Samba, berarti

setting konfi gurasi sudah berhasil.

Konfigurasi Samba menggunakan

Swat

Cara lain dalam melakukan setting Samba

adalah dengan cara menggunakan swat.

Cara mengaktifkan swat dilakukan de ngan

membuka port 901. Namun, cara ini mengandung

risiko penyusupan, sehingga

Anda perlu untuk memastikan bahwa Anda

segera menonaktifkan Swat, begitu Anda

selesai melakukan setting Samba melalui

swat. Fasilitas yang ada pada Swat, antara

lain adalah:

_ Mempermudah dalam editing administrasi

Samba.

_ Dokumentasi yang lengkap dengan petunjuk

link.

_ Menampilkan status sharing fi le.

_ Menjalankan, mematikan dan menjalankan

ulang (restart) Samba daemon

(smbd & nmbd).

_ Pengaturan resource yang akan di-share.

Untuk mengaktifkan Swat, lakukan editing

fi le /etc/xinetd.d/swat, seperti berikut

ini:

1. Masih sebagai root, lakukan editing fi le

/etc/xinetd.d/swat, ketikkan perintah sebagai

berikut:

root@localhost # vi /etc/

xinetd.d/swat

 

2. Lakukan perubahan pada bagian disable

= yes, menjadi no, sehingga Swat bisa dijalankan

oleh xinetd. Lengkapnya seperti

pada tampilan di bawah ini:

# default: on

# description: SWAT is the

Samba Web Admin Tool. Use

swat \

# to configure your Samba

server. To use SWAT, \

# connect to port 901 with

your favorite web browser

. service swat

{

disable = no

port = 901

socket_type = stream

wait = no

only_from = localhost

user = root

server = /usr/sbin/swat

log_on_failure += USERID

}

 

3. Simpan hasil pekerjaan Anda .

4. Jalankan atau restart xinetd, ketikkan

perintah sebagai berikut:

root@localhost # /etc/init.d/

xinetd restart

 

5. Selanjutnya, Anda bisa mengakses Swat

melalui klien Linux maupun Windows,

dengan cara menjalankan browser Anda,

baik Internet Explorer atau Netscape,

Mozilla, Konqueror, dan lain-lain.

6. Ketikkan perintah atau isi kolom untuk

mengakses http pada web browser:

http://192.168.0.254:901

 

7. Maka akan muncul tampilan seperti

Gambar 1.

8. Pastikan sebelumnya, Anda sudah mempunyai

account di server Linux, karena

bila tidak, maka tidak akan bisa bergabung

dengan server Linux. Selanjutnya

akan muncul kotak dialog yang akan

menanyakan nama user dan password

Anda.

9. Lakukan login sebagai root, kemudian

masukan password root.

10. Untuk melakukan setting atau konfi gurasi

bagian [global], klik gambar GLOBAL,

seperti terlihat pada Gambar 2.

11. Di sini Anda bisa melakukan setting

printer, workgroup, dan lain-lain yang

terdapat pada fi le /etc/samba/smb.conf

secara interaktif.

12. Selanjutnya, Anda bisa menentukan

sharing direktori, untuk itu klik pada

gambar SHARES, sehingga akan muncul

tampilan seperti Gambar 3.

13. Anda bisa mengisi direktori mana yang

Anda izinkan untuk digunakan secara

bersama-sama.

14. Jika sudah selesai, kemudian Anda bisa

meneruskan konfi gurasi printer, silakan

mengklik pada bagian PRINTER, seperti

tampak pada Gambar 4.

15. Jika printer belum di-setting, klik pada

bagian Choose Printer maka Anda akan

memasuki layar konfi gurasi printer seperti

pada gambar 5.

16. Pada bagian ini, Anda hanya perlu

melakukan setting direktori printer dan

siapa saja yang berhak menggunakan

printer ini. Untuk driver printer pada

server, seharusnya sudah diset terlebih

dahulu (baca bagian “Konfi gurasi Printer

Samba”).

17. Terakhir, jika Anda ingin mengubah

password atau menambah user, Anda

klik bagian PASSWORD, seperti tampak

pada gambar 6. Catatan: Harap diingat

bahwa cara ini kurang disarankan

karena pada saat pengiriman paket data

ke server tidak dilakukan dengan metode

enkripsi, sehingga memungkinkan orang

yang tidak berhak untuk menyadap password

Anda pada saat terjadi pengiriman

data.

 

Password Samba

Secara default, Microsoft menggunakan teks

dalam melakukan pengiriman password.

Namun semenjak kemunculan Windows

NT dan Windows 2000, hal ini sudah diperbaiki.

Sebelum melakukan koneksi dengan

Windows NT/2000, Anda bisa menjalankan

langkah-langkah berikut ini:

1. Pada konsol Linux, login sebagai root.

2. Jika Anda ingin membuat user khusus

pada Samba Server, jalankan perintah

berikut ini:

[root@localhost:~] # smbpasswd

-a [user]

 

Misalkan, kita akan membuat user samba

dengan nama user masaji. Kita buat dulu

user masaji pada sistem, ketikkan sintaks

perintah berikut ini:

[root@localhost:~] # useradd

masaji

[root@localhost:~] # passwd

masaji

Changing password for user

masaji

New UNIX password:

Retype new UNIX password:

passwd: all authentication

tokens updated successfully

 

Kemudian, lanjutkan dengan membuat

 

user samba masaji, pada konsol jalankan

sintaks perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # smbpasswd

-a masaji

New SMB password:

Retype new SMB password:

 

3. Perintah di atas akan mengaktifkan password

user samba, sehingga hanya user

yang berhak (masaji) yang bisa mengakses

samba.

4. Lakukan editing pada fi le smb.conf, ketikkan

perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # vi /etc/

samba/smb.conf

5. Tambahkan baris sebagai berikut (Anda

juga dapat melakukan melalui Swat):

encrypt password = yes

smb passwd file = /etc/samba

smbpasswd

6. Terakhir, aktifkan Samba dengan mengetikkan

perintah sebagai berikut:

[root@localhost:~] # /etc/

init.d/smb restart

 

Mengakses server Samba dari

Windows/X Window

Untuk melakukan koneksi Samba dari

mesin Windows, Anda bisa menggunakan

Network Neighborhood atau Windows Explorer.

Sedangkan untuk mengakses sharing

Samba dari X Window Linux, Anda bisa

menggunakan LinNeighborhood, Gnomba,

Konqueror, atau Nautilus.

 

Mengakses server Samba

menggunakan smbmount

Untuk menggunakan smbmount, langkahlangkahnya

adalah sebagai berikut:

1. Lakukan login sebagai root.

2. Kita berasumsi menggunakan direktori /

mnt sebagai direktori samba dan direktori

yang akan dishare adalah /home/public.

Ketikkan sintaks perintah berikut ini:

 

[root@localhost:~] # smbmount

//192.168.0.254/public /mnt

3. Hasilnya akan tampak demikian:

[root@localhost:~] # smbmount

//192.168.0.254/public /mnt

INFO: Debug class all level =

1 (pid 8476 from pid 8476)

Password:

[root@localhost:~]#

 

4. Selanjutnya Anda bisa mengakses direktori

samba yang kita arahkan ke direktori

/mnt.

 

Mengakses server Samba

menggunakan smbclient

Berbeda dengan perintah smbmount, untuk

menjalankan perintah smbclient, kita tidak

perlu login sebagai root. Kita bisa login sebagai

user biasa dan langsung masuk ke

Server Samba. Contohnya adalah sebagai

berikut:

[user@localhost:~] $ smbclient

//192.168.0.254/public

added interface ip=192.168.0.254

bcast=192.168.0.255

nmask=255.255.255.0

 

added interface ip=10.0.0.10

bcast=10.0.0.255

nmask=255.255.255.0

Password:

Domain=[ATLANTIS] OS=[Unix]

Server=[Samba 2.2.8]

smb: \>

Jika Anda ingin mengakses direktori /

home/user pada server Samba melalui klien

Linux, pada prompt ketikkan perintah berikut

ini:

smbclient //192.168.0.254/home/

user -U user

 

Keberhasilan konfi gurasi Samba ditunjukkan

dengan tanda prompt smb:\>,

bila Anda berhasil login. Jika Anda ingin

melakukan browsing pada home directory

Anda sendiri, Anda bisa mengganti user

dengan nama user Anda.

Untuk keluar dari smbclient, Anda bisa

mengetikan perintah exit.

Smb:\> exit

 

Dengan cara ini, kita bisa langsung mengakses

fi le yang kita butuhkan. Sintaks perintah

yang ada di dalamnya hampir sama dengan

menggunakan FTP.

 

November 27, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

Tentang Hari ini!

Mengkonfigurasi DNS Server:
Membuat Primary dan Secondary DNS Server

Untuk beroperasinya sebuah jaringan komputer Internet, sebetulnya pengalamatan sebuah komputer dilakukan menggunakan angka yang dikenal sebagai Internet Protocol (IP) Address yang terdiri dari 32 bit. Tentunya akan sukar bagi manusia / user untuk mengingat sekian juta komputer di seluruh Internet. Untuk itu dikembangkan penamaan mesin yang lebih manusiawi menggunakan konsep Domain Name System (DNS). Pada tulisan ini kami akan mencoba menjelaskan cara mensetup DNS Server di mesin dengan OS UNIX. Kemampuan ini akan sangat dibutuhkan bila sebuah institusi /perusahaan ingin mempunyai nama hostname sendiri di Internet.
Domain Name System adalah salah satu jenis sistem yang melayani permintaan pemetaan IP Address ke FQDN ( Fully Qualified Domain Name ) dan dari FQDN ke IP Address. FQDN lebih mudah untuk diingat oleh manusia daripada IP Address. Sebagai contoh, sebuah komputer memiliki IP Address 167.205.22.114 dan memiliki FQDN “nic.itb.ac.id”. Nama “nic.itb.ac.id” tentunya lebih mudah diingat daripada nomor IP Address di atas. Apalagi setelah lahirnya konsep IP Version 6 yang memiliki 6 segment untuk setiap komputer sehingga nomor IP Address menjadi semakin panjang dan lebih sulit untuk diingat. Selain itu, DNS juga menyediakan layanan mail routing, informasi mengenai hardware, sistem operasi yang dijalankan, dan aplikasi jaringan yang ditangani oleh host tersebut.
Pada sistem operasi UNIX, DNS diimplementasikan dengan menggunakan software Berkeley Internet Name Domain (BIND). BIND ini memiliki dua sisi, yaitu sisi client dan sisi server. Sisi client disebut resolver. Resolver ini bertugas membangkitkan pertanyaan mengenai informasi domain name yang dikirimkan kepada sisi server. Sisi server BIND ini adalah sebuah daemon yang disebut named. Ia yang akan menjawab query-query dari resolver yang diberikan kepadanya.
Pada saat BIND dijalankan, ia memiliki 4 modus operasi, yaitu :
Resolver-only
Komputer hanya membangkitkan query informasi domain name kepada sebuah DNS server dan tidak menjalankan fungsi DNS server.
Caching-only
Komputer menjalankan fungsi name server tetapi tidak memiliki database DNS server. Ia hanya mempelajari jawaban-jawaban query yang diberikan oleh remote DNS server dan menyimpannya dalam memory. Data-data dalam memory tersebut akan digunakan untuk menjawab query selanjutnya yang diberikan kepadanya.
Primary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang dimilikinya. Database ini dibangun oleh administrator DNS. Server ini menjadi authoritative source bagi domain tertentu.
Secondary server
Komputer menjalankan fungsi name server berdasarkan database yang diambil dari primary server. Proses pengambilan file database ini sering disebut zone file transfer. Ia juga menjadi authoritative source bagi domain tersebut.

Resolver-only
Saat berada dalam modus resolver-only, BIND akan mencari file /etc/resolv.conf  (pada UNIX umum) dan membaca konfigurasi yang tertera dalam file tersebut. Jika BIND tidak menemukan file tersebut maka ia akan menggunakan konfigurasi standar yang dimilikinya.
Bentuk dasar sintaks pada file /etc/resolv.conf adalah sebagai berikut :
domain    name
nameserver    address
[nameserver    address]
domain menyatakan default domain seperti yang didefinisikan oleh entry name. Jika ada penulisan nama host yang tidak mengandung tanda baca titik maka resolver akan menambahkan entry name di belakang nama host tersebut. Sebagai contoh, jika Anda menuliskan host name mail saja dan entry name berisi ptn.co.id maka resolver akan menggunakan nama  mail.ptn.co.id.
nameserver menyatakan server mana yang harus dihubungi jika ada query dari resolver mengenai domain di atas. Apabila server tersebut tidak bisa dihubungi, server selanjutnya menjadi sasaran lemparan query.

Contoh listing file /etc/resolv.conf :

# Resolver configuration file
domain ptn.co.id
# Server terdekat adalah mumet.ptn.co.id, IP 169.98.3.1
nameserver    169.98.3.2
# Gagal ??? Coba server kedua : nggliyeng.ptn.co.id, IP 169.98.2.15
nameserver    169.98.2.15
# Gagal lagi ??? Server ketiga : ngeh.ptn.co.id, IP 169.98.1.2
nameserver    169.98.1.2

Ketiga modus selanjutnya dapat dijalankan secara bersamaan atau berdiri sendiri pada sebuah komputer yang menjadi DNS server. Pengaturan modus ini dilakukan pada konfigurasi daemon named. File-file penting yang menjadi acuan bagi named untuk beroperasi adalah named.boot, data_cache, data_domain, dan data_reverse. named.boot adalah file yang berisi boot script bagi DNS server. data_cache adalah file yang berisi DNS root server. data_domain adalah file yang berisi pemetaan dari FQDN ke IP Address dan data terlengkap dari domain yang bersangkutan. data_reverse adalah file yang berisi data mengenai pemetaan IP Address ke FQDN. Pada sistem operasi UNIX, file-file tersebut terletak di direktori /etc/namedb. Direktori tersebut menjadi default bagi named.
File konfigurasi yang paling penting bagi named adalah file /etc/namedb/named.boot. File ini berisikan perintah-perintah yang mendefinisikan fungsi named sebagai caching-only server, primary server, atau secondary server.

Caching-only
Jika kita ingin mengatur agar named hanya beroperasi pada modus caching-only maka file named.boot hanya berisi perintah cache diikuti nama file yang berisi server-server utama yang menjadi tempat melemparkan query.
Berikut ini contoh file named.boot dimana kita mengatur named agar beroperasi pada modus caching-only :

;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory            /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache            data_cache
;

Primary Server
Jika kita menghendaki named pada komputer kita menjadi primary server, kita tambahkan kata primary diikuti domain yang dipegang oleh named tersebut dan diakhiri dengan nama file yang berisi database domain tersebut..
Sebagai contoh, komputer kita menjadi primary server untuk domain ptn.co.id dengan file data_domain berjudul ptn. Sebaiknya, sebuah primary server juga menjalankan fungsi caching-only. Hal ini untuk menambah kehandalan server dalam menjawab query-query yang cukup rumit. File named.boot akan berisi sebagai berikut :

;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory                            /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache                            data_cache
;
;  menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary    ptn.co.id                    ptn
;
;  menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary    1.98.169.IN-ADDR.ARPA            rev_169.98.1.x
;

Jika komputer kita juga menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN maka kita tambahkan entry yang terakhir.

Secondary Server
Secondary server adalah DNS server yang menggunakan database domain yang ditransfer dari primary server. Untuk mengatur server agar menjadi secondary bagi domain tertentu, kita tambahkan kata secondary diikuti dengan domain yang dipegang, kemudian diikuti oleh IP Address primary server dan diakhiri dengan nama file databasenya.
Sebagai contoh, komputer kita akan bertindak sebagai secondary server untuk domain pts.ac.id. Primary server domain dipegang oleh server dns.pts.ac.id dengan nomor IP Address 190.21.85.2. Kita edit file named.boot sehingga menjadi seperti berikut :

;  file named.boot
;
;  mendefinisikan default directory
directory            /etc/namedb
;
;  menjadi caching-only server
cache            data_cache
;
;  menjadi primary server atas domain ptn.co.id
primary    ptn.co.id    ptn
;
;  menjadi secondary server atas domain pts.ac.id dari dns.pts.ac.id
secondary  pts.ac.id    190.21.85.2            sec_pts
;
;  menjadi primary server atas pemetaan IP Address 169.98.1.x ke FQDN
primary    1.98.169.IN-ADDR.ARPA            rev/rev_169.98.1.x
;
;  menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN
secondary  85.21.190.IN-ADDR.ARPA    190.21.85.2    rev/sec_190.21.85.x

Jika kita juga menjadi secondary server atas pemetaan IP Address 190.21.85.x ke FQDN dari server dns.pts.ac.id kita tambahkan entry yang terakhir.

Pendahuluan

Supaya Linux dapat mengenali nama-nama site di Internet seperti linux.or.id atau nama host di jaringan LAN harus ada suatu mekanisme untuk mengubah nama-nama tersebut kedalam bentuk yang dikenali oleh komputer yaitu alamat IP misalnya linux.or.id diubah menjadi 64.29.24.175 . Mekanisme ini disediakan oleh Name Resolver yang terdapat dalam standard library linux. Tentu saja agar mekanisme ini bekerja dengan baik diperlukan beberapa konfigurasi.


/etc/hosts

File /etc/hosts berisi pemetaan nama host dengan alamat IPnya dengan format sebagai berikut:

IP   nama.domain.lengkap   alias

Perlu diperhatikan bahwa jumlah spasi atau tab antara masing-masing kolom tidak berpengaruh, yang penting ada pemisahnya baik spasi atau tab.

Contoh /etc/hosts

127.0.0.1       localhost.intra.aki     localhost
192.168.1.100   linux.intra.aki         linux
192.168.1.3     cctv.intra.aki          cctv

Setting /etc/hosts melalui Linuxconf

Selain mengedit secara langsung file /etc/hosts anda juga bisa mengeditnya melalui linuxconf.

  1. Jalankan linuxconf
  2. Pilih Config -> Networking -> Misc -> Information about other hosts
  3. Di dialog tersebut anda bisa menambah (Add) atau mengedit atau menghapus entry tertentu dengan menekan enter pada entry yang ingin diubah atau dihapus

Kelemahan /etc/hosts

Mekanisme /etc/hosts mempunyai beberapa kelemahan seperti:

  • Tidak scalable untuk jaringan yang mempunyai banyak host
  • Host yang berbeda bisa mempunyai isi /etc/hosts yang berbeda sehingga bisa tidak seragam dan menyulitkan peng-update-an

Karena itulah biasanya /etc/hosts hanya digunakan untuk mendaftarkan alamat IP lokal saja yaitu untuk alamat IP loopback (127.0.0.1) dan alamat IP ethernet card (jika ada).


/etc/resolv.conf

File /etc/resolv.conf adalah file konfigurasi utama bagi Name Resolver. Formatnya sederhana yaitu file text dengan satu keyword per baris. Ada tiga keyword yang biasa digunakan yaitu:

domain
menentukan nama domain lokal
search
menentukan daftar dari nama-nama domain yang digunakan untuk mencari nama host
namaserver
keyword ini yang bisa digunakan beberapa kali, menentukan alamat IP dari server DNS yang digunakan oleh Name Resolver

Contoh /etc/resolv.conf

domain intra.aki
search intra.aki cbn.net.id
nameserver 202.158.3.6
nameserver 202.158.3.7

Perlu diperhatikan bahwa semua domain yang terdapat dalam baris search akan dicari untuk setiap nama host yang di-resolve. Sehingga jika anda ingin telnet ke host cctv maka untuk mendapatkan alamat IP untuk host cctv dicari alamat IP untuk cctv.intra.aki pertama kali, lalu cctv.cbn.net.id dan terakhir cctv. Begitupun jika untuk linux.or.id maka akan dicoba dulu linux.or.id.intra.aki, lalu linux.or.id.cbn.net.id dan terakhir linux.or.id. Sebaiknya anda tidak menaruh terlalu banyak domain di dalam baris search karena akan memakan waktu untuk mencari domain-domain tersebut.

Biasanya yang diperlukan hanyalah keyword nameserver karena keyword domain mengambil default dari nama host dan keyword search defaultnya berisi isi dari keyword domain.


Setting /etc/resolv.conf melalui Linuxconf

Untuk mengedit /etc/resolv.conf menggunakan linuxconf jalankan langkah berikut

  1. Jalankan linuxconf
  2. Pilih Config -> Networking -> Client tasks-> Name server specification (DNS)
  3. Di dialog tersebut anda bisa mengedit default domain, nameserver ke-1 s/d 3, search domain ke-1 s/d 6 dan apakah menggunakan DNS untuk operasi normal

/etc/host.conf

File ini mengatur cara kerja dari Name Resolver defaultnya adalah

order hosts,bind
multi on

Konfigurasi ini mengatur agar Name Resolver untuk mencari nama host di /etc/hosts dahulu sebelum bertanya ke nameserver dan mengembalikan semua alamat yang ditemukan di file /etc/hosts bukan cuma yang pertama saja.


Tool untuk Testing DNS

Untuk mengetes Setting DNS Client, anda bisa menggunakan perintah host dan nslookup. Misalnya:

[zakaria@linux zakaria]$ host cctv
cctv.intra.aki has address 192.168.1.3

[zakaria@linux zakaria]$ nslookup linux
Server:  localhost
Address:  127.0.0.1

Name:    linux.intra.aki
Address:  192.168.1.100

Untuk nslookup anda juga bisa melakukan test secara interaktif contohnya:

[zakaria@linux zakaria]$ nslookup
Default Server:  localhost
Address:  127.0.0.1

> linux.or.id
Server:  localhost
Address:  127.0.0.1

Non-authoritative answer:
Name:    linux.or.id
Address:  64.29.24.175

> yahoo.com
Server:  localhost
Address:  127.0.0.1

*** localhost can't find yahoo.com: Non-existent host/domain

Seperti biasa tekan Ctrl+D untuk kembali ke shell

November 20, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

cara meng-crimping kabel UTP

Teknik paling murah dan cukup memuaskan adalah menggunakan kabel UTP. UTP kabel merupakan singkatan Unshielded Twisted Pair, yaiu kabel yang terdiri dari 4 pasang (biru, oranye, hijau, dan coklat) kabel yang dipilin menurut aturan tertentu dan digunakan untuk mentransfer/menerima data.
Kabel ini terdiri dari beberapa jenis 1. UTP cat 5, teknologi 100Base-T, frekuensi 16 MHz. Bandwidth data mencapai 100 Mbps (teoritis)
2. UTP cat 5e, teknologi 1000Base-T, frekuensi 100 MHz. Bandwidth data mencapai 1.000 Mbps (teoritis)
3. UTP cat 6, teknologi 1000Base-T, frekuensi 250 MHz. Bandwidth data mencapai 2.500 Mbps (teoritis)

rimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.

Kabel Tester

Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing D . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.

 ada aturan khusus mengenai pengurutan kabel, biasanya menggunakan standar EIA/TIA 568 (baik A maupun B)
1. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain sama (terserah, A-A atau B-B) maka kabel disebut straight)
2. jika koneksi ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lain beda (terserah, A-B atau B-A) maka kabel disebut cross)

standar 568 A memiliki kode warna kabel : 1. putih hijau
2. hijau
3. putih oranye
4. biru
5. putih biru
6. oranye
7. putih coklat
8. coklat

(kabel diurut dari sebelah kiri, gagang pengait konektor ada dibawah)
standar 568 B memiliki kode warna kabel :
1. putih oranye
2. oranye
3. putih hijau
4. biru
5. putih biru
6. hijau
7. putih coklat
8. coklat

Tips untuk memasang Kabel ke Konektor

  1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.
  2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)
  3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Stright atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.
  4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.
  5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.
  6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.
  7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.
  8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.
  9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.
  10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.
  11. Silahkan di coba dan good luck )

Oktober 23, 2007 Posted by | Ilmu pengetahuan | Tinggalkan komentar

pelajaran hari itu tentang TCP/IP

Jaringan komputer LAN pada suatu organisasi yang membentuk intranet, seperti pada gambar di bawah, memiliki 1 buah atau lebih server. Server-server saling berkomunikasi menggunakan suatu aturan yang di sebut protokol. Protokol komunikasi di Interenet di kenal dengan nama TCP/IP. TCP/IP bekerja secara bertingkat atau memiliki layer-layer komunikasi. Protokol TCP/IP merupakan sekumpulan protokol dengan 2 protokol utamanya adalah TCP dan IP.

Pada kesempatan ini saya mencoba menggambarkan aplikasi internet secara naif. Internet banyak dibicarakan & sering kali satu istilah / konsep di campur adukan dengan konsep yang lain. Memang begitulah Internet banyak perusahaan dotcom berusaha mencari nilai tambah sebesar-besarnya supaya dapat  memberikan yang terbaik kepada masyarakat & memperoleh massa yang real. Kegagalan dalam memperoleh massa yang real akan menyebabkan jatuhnya perusahaan dotcom tersebut.

Baiklah, terlepas dari keberhasilan mengumpulkan massa real tersebut. Saya mencoba membahas model yang di sederhanakan dari beberapa aplikasi utama yang sering dijalankan di Internet.  gambar saya mencoba menggambarkan model yang naif dari berbagai aplikasi tersebut. Pada Jaringan tingkat yang paling bawah Internet dibangun dengan  fisik (physical infrastructure) yang biasanya terdiri dari kabel telepon dengan modem-nya, leased line, VSAT, fiber optik, kabel TV, komputer, UPS, WaveLAN, ISDN, Local Area Network, Ethernet dsb. Perangkat tersebut sebagian di operasikan oleh operator telekomunikasi seperti PT. Telkom, PT. Indosat dll, sebagian lagi di operasikan secara private oleh internal perusahaan misalnya penggunaan ethernet di LAN.

Di atas infrastruktur fisik tersebut dioperasikan sambungan/hubungan secara logika menggunakan keluarga protokol Internet yaitu TCP/IP. Di situ dikenal routing, domain name system (DNS), e-mail, Web. Bentuknya semua adalah perangkat lunak, sebagian sudah ada (built-in) dalam sistem operasi apakah itu mengunakan Windows atau UNIX (seperti Linux & FreeBSD). Biasanya servis TCP/IP yang menjadi dasar dari Internet sudah menjadi bagian dari sistem operasi; yang perlu dilakukan hanyalah men-set servis TCP/IP tersebut supaya bisa beroperasi dengan baik jaringan komputer Internet tersebut. Sebagian lagi merupakan perangkat lunak tambahan di atas sistem operasi yang digunakan, misalnya Squid pada Linux / FreeBSD untuk cache server, Apache pada Linux / FreeBSD. pada jaringan TCP/IP kita sering mengenal adanya hacker / cracker yang kadang-kadang membobol  jaringan komputer yang kita miliki untuk maksud yang kurang baik.

Setelah ada jaminan bahwa antar komputer dalam jaringan dapat berkomunikasi secara reliable. Maka kita dapat menjalankan berbagai aplikasi di atas jaringan Internet. Secara eksplisit dalam gambar di perlihatkan dua arah jalur utama dari berbagai aplikasi yang sering kali menjadi acuan utama dalam Internet. Dua arah jalur aplikasi Internet secara umum dapat di identifikasi dengan tujuan yang sangat jelas, yaitu:

  • Membuat EFFISIEN proses / sistem prosedur / transaksi yang dilakukan di Internet.
  • Membuat seseorang / sebuah institusi / sebuah perusahaan menjadi PEMIMPIN di bidangnya.

TCP/IP merupakan dasar dari segalanya, tanpa mempelajari TCP/IP kemungkinan kita tidak dapat melakah maju di dunia pehackingan. Dengan kata lain, TCP/IP merupakan awal dari segalanya. Banyak orang yg menyepelekan pentingnya mempelajari TCP/IP, mereka mengaku dirinya “hacker” tetapi tidak mengerti sama sekali apa itu TCP/IP. Merasa hacker hanya apabila bisa mencrash ataupun menjebol server, tetapi sebetulnya bukan itulah maksud dari segala itu. Hacker itu adalah orang yg haus akan pengetahuan, bukan haus akan penghancuran. Untuk menjadi hacker dibutuhkan kerja keras, semangat, motivasi yg tinggi serta pemahaman seluk-beluk internet itu sendiri, tanpa hal-hal tersebut mustahil anda dapat menjadi seorang hacker yang tangguh.Tulisan ini didedikasikan terutama untuk member Kecoak Elektronik dan siapa saja yang ingin mempelajari TCP/IP, bukan untuk mereka yang hanya ingin mencari jalan pintas menjadi hacker sejati. Bagi anda yg memang udah profhacking mungkin tulisan ini tidak penting, karena memang tulisan ini hanyalah pengantar belaka dan bukan merupakan referensi yg sempurna (dan jauh dari sempurna) oleh karenanya hanya dikhususkan bagi mereka yg pendatang baru (newbies).

1. Apa itu TCP/IP ?
——————-

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol* yg memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan).

*******************************************************
Merupakan himpunan aturan yg memungkinkan komputer untuk berhubungan antara satu dengan yg lain, biasanya berupa bentuk / waktu / barisan /pemeriksaan error saat transmisi data.
*******************************************************

2. Apa yg membuat TCP/IP menjadi penting ?
——————————————

Karena TCP/IP merupakan protokol yg telah diterapkan pada hampir semua perangkat keras dan sistem operasi. Tidak ada rangkaian protokol lain yg tersedia pada semua sistem berikut ini :

a. Novel Netware.
b. Mainframe IBM.
c. Sistem digital VMS.
d. Server Microsoft Windows NT
e. Workstation UNIX, LinuX, FreeBSD
f. Personal komputer DOS.

3. Bagaimana awalnya keberadaan TCP/IP ?
—————————————-

Konsep TCP/IP berawal dari kebutuhan DoD (Departement of Defense) AS akan suatu komunikasi di antara berbagai variasi komputer yg telah ada. Komputer-komputer DoD ini seringkali harus berhubungan antara satu organisasi peneliti dg organisasi peneliti lainnya, dan harus tetap berhubungan sehingga pertahanan negara tetap berjalan selama terjadi bencana, seperti ledakan nuklir. Oleh karenanya pada tahun 1969 dimulailah penelitian terhadap serangkaian protokol TCP/IP. Di antara tujuan-tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya protokol-protokol umum, DoD memerlukan suatu protokol yg dapat ditentukan untuk semua jaringan.
2. Meningkatkan efisiensi komunikasi data.
3. Dapat dipadukan dengan teknologi WAN (Wide Area Network) yg telah ada.
4. Mudah dikonfigurasikan.

Tahun 1968 DoD ARPAnet (Advanced Reseach Project Agency) memulai penelitian yg kemudian menjadi cikal bakal packet switching . Packet switching inilah yg memungkinkan komunikasi antara lapisan network (dibahas nanti) dimana data dijalankan dan disalurkan melalui jaringan dalam bentuk unit-unit kecil yg disebut packet*. Tiap-tiap packet ini membawa informasi alamatnya masing-masing yg ditangani dengan khusus oleh jaringan tersebut dan tidak tergantung dengan paket-paket lain. Jaringan yg dikembangkan ini, yg menggunakan ARPAnet sebagai tulang punggungnya, menjadi terkenal sebagai internet.

Protokol-protokol TCP/IP dikembangkan lebih lanjut pada awal 1980 dan menjadi protokol-protokol standar untuk ARPAnet pada tahun 1983. Protokol-protokol ini mengalami peningkatan popularitas di komunitas pemakai ketika TCP/IP digabungkan menjadi versi 4.2 dari BSD (Berkeley Standard Distribution) UNIX. Versi ini digunakan secara luas pada institusi penelitian dan pendidikan dan digunakan sebagai dasar dari beberapa penerapan UNIX komersial, termasuk SunOS dari Sun dan Ultrix dari Digital. Karena BSD UNIX mendirikan hubungan antara TCP/IP dan sistem operasi UNIX, banyak implementasi UNIX sekarang menggabungkan
TCP/IP.

****************************************************
unit informasi yg mana jaringan berkomunikasi. Tiap-tiap paket berisi identitas (header) station pengirim dan penerima, informasi error-
control, permintaan suatu layanan dalam lapisan network, informasi bagaimana menangani permintaan dan sembarang data penting yg harus ditransfer.
****************************************************

4. Layanan apa saja yg diberikan oleh TCP/IP ?
———————————————-

Berikut ini adalah layanan “tradisional” yg dilakukan TCP/IP :

a. Pengiriman file (file transfer). File Transfer Protokol (FTP)
memungkinkan pengguna komputer yg satu untuk dapat mengirim ataupun menerima file ke komputer jaringan. Karena masalah keamanan data, maka FTP seringkali memerlukan nama pengguna (user name) dan password, meskipun banyak juga FTP yg dapat diakses melalui
anonymous, alias tidak berpassword. (lihat RFC 959 untuk spesifikasi FTP)

b. Remote login. Network terminal Protokol (telnet) memungkinkan pengguna komputer dapat melakukan log in ke dalam suatu komputer
didalam suatu jaringan. Jadi hal ini berarti bahwa pengguna menggunakan komputernya sebagai perpanjangan tangan dari komputer
jaringan tersebut.( lihat RFC 854 dan 855 untuk spesifikasi telnet lebih lanjut)

c. Computer mail. Digunakan untuk menerapkan sistem elektronik mail. (lihat RFC 821 dan 822)

d. Network File System (NFS). Pelayanan akses file-file jarak jauh yg memungkinkan klien-klien untuk mengakses file-file pada komputer
jaringan jarak jauh walaupun file tersebut disimpan secara lokal. (lihat RFC 1001 dan 1002 untuk keterangan lebih lanjut)

e. remote execution. Memungkinkan pengguna komputer untuk menjalankan suatu program didalam komputer yg berbeda. Biasanya berguna jika pengguna menggunakan komputer yg terbatas, sedangkan ia memerlukan sumber yg banyak dalam suatu system komputer. Ada beberapa jenis remote execution, ada yg berupa perintah-perintah dasar saja, yaitu yg dapat dijalankan dalam system komputer yg sama dan ada pula yg menggunakan “prosedure remote call system”, yg memungkinkan program untuk memanggil subroutine yg akan dijalankan di system komputer yg berbeda. (sebagai contoh dalam Berkeley UNIX ada perintah “rsh” dan “rexec”)

f. name servers. Nama database alamat yg digunakan pada internet (lihat RFC 822 dan 823 yg menjelaskan mengenai penggunaan protokol name server yg bertujuan untuk menentukan nama host di internet.)

************************************************************************

RFC (Request For Comments) adalah merupakan standar yg digunakan dalam internet, meskipun ada juga isinya yg merupakan bahan diskusi ataupun omong kosong belaka. Diterbitkan oleh IAB (Internet Activities Board) yg merupakan komite independen para peneliti dan profesional yg mengerti teknis, kondisi dan evolusi sistem internet. Sebuah surat yg mengikuti nomor RFC menunjukan status RFC :

S: standard, standar resmi bagi internet
DS: Draft standard, protokol tahap akhir sebelum disetujui sebagai standar
PS: Proposed Standard, protokol pertimbangan untuk standar masa depan
I: Informational, berisikan bahan-bahan diskusi yg sifatnya informasi
E: Experimental, protokol dalam tahap percobaan tetapi bukan pada jalur standar.
H: Historic, protokol-protokol yg telah digantikan atau tidak lagi dipertimbankan utk standarisasi.

************************************************************************

5. Bagaimanakah bentuk arsitektur dari TCP/IP itu ?
—————————————————

Dikarenakan TCP/IP adalah serangkaian protokol di mana setiap protokol melakukan sebagian dari keseluruhan tugas komunikasi jaringan, maka tentulah implementasinya tak lepas dari arsitektur jaringan itu sendiri. Arsitektur rangkaian protokol TCP/IP mendifinisikan berbagai cara agar TCP/IP dapat saling menyesuaikan.

Karena TCP/IP merupakan salah satu lapisan protokol OSI * (Open System Interconnections), berarti bahwa hierarki TCP/IP merujuk kepada 7 lapisan OSI tersebut. Berikut adalah model referensi OSI 7 lapisan, yg mana setiap lapisan menyediakan tipe khusus pelayanan jaringan :

Peer process
|Application layer ||Application layer |
|Presentation layer||Presentation layer|
|Session layer ||Session layer |
|Transport layer ||Transport layer |
|Network layer ||Network layer |
|Data link layer ||Data link layer |
|Physical layer ||Physical layer |

Tiga lapisan teratas biasa dikenal sebagai “upper lever protocol” sedangkan empat lapisan terbawah dikenal sebagai “lower level protocol”. Tiap lapisan berdiri sendiri tetapi fungsi dari masing-masing lapisan bergantung dari keberhasilan operasi layer sebelumnya. Sebuah lapisan pengirim hanya perlu berhubungan dengan lapisan yang sama di penerima (jadi misalnya lapisan data link penerima hanya berhubungan dengan data link pengirim) selain dengan satu layer di atas atau dibawahnya (misalnya lapisan network berhubungan dengan lapisan transport diatasnya atau dengan lapisan data link dibawahnya).

Model dengan menggunakan lapisan ini merupakan sebuah konsep yg penting karena suatu fungsi yg rumit yg berkaitan dengan komunikasi dapat dipecahkan menjadi sejumlah unit yg lebih kecil. Tiap lapisan bertugas memberikan layanan tertentu pada lapisan diatasnya dan juga melindungi lapisan diatasnya dari rincian cara pemberian layanan tersebut. Tiap lapisan harus transparan sehingga modifikasi yg dilakukan atasnya tidak akan menyebabkan perubahan pada lapisan yang lain. Lapisan menjalankan perannya dalam pengalihan data dengan mengikuti peraturan yang berlaku untuknya dan hanya berkomunikasi dengan lapisan yang setingkat.
Akibatnya sebuah layer pada satu sistem tertentu hanya akan berhubungan dengan lapisan yang sama dari sistem yang lain. Proses ini dikenal sebagai “Peer process”. Dalam keadaan sebenarnya tidak ada data yang langsung dialihkan antar lapisan yang sama dari dua sistem yang berbeda ini. Lapisan atas akan memberikan data dan kendali ke lapisan dibawahnya sampai lapisan yang terendah dicapai. Antara dua lapisan yang berdekatan terdapat “interface” (antarmuka). Interface ini mendifinisikan operasi dan layanan yang diberikan olehnya ke lapisan lebih atas. Tiap lapisan harus melaksanakan sekumpulan fungsi khusus yang dipahami dengan sempurna. Himpunan lapisan dan protokol dikenal sebagai “arsitektur jaringan”.

Pengendalian komunikasi dalam bentuk lapisan menambah overhead karena tiap lapisan berkomunikasi dengan lawannya melalui “header”. Walaupun rumit tetapi fungsi tiap lapisan dapat dibuat dalam bentuk modul sehingga kerumitan dapat ditanggulangi dengan mudah.
Disini kita tidak akan membahas model OSI secara mendalam secara keseluruhannya, karena protokol TCP/IP tidak mengikuti benar model referensi OSI tersebut. Walaupun demikian, TCP/IP model akan terlihat seperti ini :

Model OSI model internet

Sekarang mari kita bahas keempat lapisan tersebut.

a. Network Access
Lapisan ini hanya menggambarkan bagaimana data dikodekan menjadi sinyal-sinyal dan karakteristik antarmuka tambahan media.

b. Internet layer/ network layer
Untuk mengirimkan pesan pada suatu internetwork (suatu jaringan yang mengandung beberapa segmen jaringan), tiap jaringan harus secara unik diidentifikasi oleh alamat jaringan. Ketika jaringan menerima suatu pesan dari lapisan yang lebih atas, lapisan network akan menambahkan header pada pesan yang termasuk alamat asal dan tujuan jaringan. Kombinasi dari data dan lapisan network disebut “paket”. Informasi alamat jaringan digunakan untuk mengirimkan pesan ke jaringan yang benar, setelah pesan tersebut sampai pada jaringan yg benar, lapisan data link dapat menggunakan alamat node untuk mengirimkan pesan ke node tertentu.

meneruskan paket ke jaringan yang benar disebut “routing” dan peralatan yang meneruskan paket adalah “routers”. Suatu antar jaringan mempunyai dua tipe node :

- “End nodes”, menyediakan pelayanan kepada pemakai. End nodes menggunakan lapisan network utk menambah informasi alamat jaringan kepada paket, tetapi tidak melakukan routing. End nodes kadang-kadang disebut “end system” (istilah OSI) atau “host” (istilah TCP/IP)

- Router memasukan mekanisme khusus untuk melakukan routing. Karena routing merupakan tugas yg kompleks, router biasanya merupakan peralatan tersendiri yg tidak menyediakan pelayanan kepada pengguna akhir. Router kadang-kadang disebut “intermediate system” (istilah OSI) atau “gateway” (istilah TCP/IP).

Selain itu juga lapisan ini bertanggung jawab untuk pengiriman data melalui antar jaringan. Protokol lapisan intenet yang utama adalah
internet protokol, IP (RFC 791, lihat juga RFC 919, 922,950). IP menggunakan protokol-protokol lain untuk tugas-tugas khusus internet.
ICMP(dibahas nanti) digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan ke lapisan host ke host. Adapun fungsi IP :

1. Pengalamatan
2. Fragmentasi datagram pada antar jaringan
3. Pengiriman datagram pada antar jaringan
c. Transport layer /host to host

Salah satu tanggung jawab lapisan transport adalah membagi pesan-pesan menjadi fragment-fragment yang cocok dengan pembatasan ukuran yg dibentuk oleh jaringan. Pada sisi penerima, lapisan transport menggabungkan kembali fragment untuk mengembalikan pesan aslinya, sehingga dapat diketahui bahwa lapisan transport memerlukan proses khusus pada satu komputer ke proses yg bersesuaian pada komputer tujuan. Hal ini dikenal sebagai Service Access Point (SAP) ID kepada setiap paket (berlaku pada model OSI, istilah TCP/IP untuk SAP ini disebut port *).

Mengenali pesan-pesan dari beberapa proses sedemikian rupa sehingga pesan tersebut dikirimkan melalui media jaringan yg sama disebut
“multiplexing”. Prosedur mengembalikan pesan dan mengarahkannya pada proses yg benar disebut “demultiplexing”.
Tanggung javab lapisan transport yg paling berat dalam hal pengiriman pesan adalah mendeteksi kesalahan dalam pengiriman data tersebut. Ada dua kategori umum deteksi kesalahan dapat dilakukan oleh lapisan transport :

a. Reliable delivery, berarti kesalahan tidak dapat terjadi, tetapi kesalahan akan dideteksi jika terjadi. Pemulihan kesalahan dilakukan
dengan jalan memberitahukan lapisan atas bahwa kesalahan telah terjadi dan meminta pengirimna kembali paket yg kesalahannya terdeteksi.
b. Unreliable delivery, bukan berarti kesalahan mungkin terjadi, tetapi menunjukkan bahwa lapisan transport tidak memeriksa kesalahan
tersebut. Karena pemeriksaan kesalahan memerlukan waktu dan mengurangi penampilan jaringan. Biasanya kategori ini digunakan jika
setiap paket mengandung pesan yg lengkap, sedangkan reliable delivery, jika mengandung banyak paket. Unreliable delivery, sering
disebut “datagram delivery” dan paket-paket bebas yg dikerimkan dengan cara ini sering disebut “datagram”.

Karena proses lapisan atas (application layer) memiliki kebutuhan yg bervariasi, terdapat dua protokol lapisan transport /host to host, TCP dan UDP. TCP adalah protokol yg handal. Protokol ini berusaha secara seksama untuk mengirimkan data ke tujuan, memeriksa kesalahan, mengirimkan data ulang bila diperlukan dan mengirimkan error ke lapisan ats hanya bila TCP tidak berhasil mengadakan komunikasi (dibahas nanti). Tetapi perlu dicatat bahwa kehandalan TCP tercapai dengan mengorbankan bandwidth jaringan yg besar.

UDP (User Datagram Protocol) disisi lain adalah protokol yg tidak handal. Protokol ini hanya “semampunya” saja mengirimkan data. UDP tidak akan berusaha untuk mengembalikan datagram yg hilang dan proses pada lapisan atas harus bertanggung jawab untuk mendeteksi data yg hilang atau rusak dan mengirimkan ulang data tersebut bila dibutuhkan.

c. Application layer
Lapisan inilah biasa disebut lapisan akhir (front end) atau bisa disebut user program. Lapisan inilah yg menjadi alasan keberadaan lapisan
sebelumnya. Lapisan sebelumnya hanya bertugas mengirimkan pesan yg ditujukan utk lapisan ini. Di lapisan ini dapat ditemukan program yg menyediakan pelayanan jaringan, seperti mail server (email program), file transfer server (FTP program), remote terminal.

**********************************************
Token Ring merupakan teknologi LAN data link yg didefinisikan oleh IEEE 802.4 dimana sistem dihubungkan satu sama lain dengan menggunakan segmen kabel twisted-pair point-to-point untuk membentuk suatu struktur ring. Sebuah sistem diijinkan untuk mengirim hanya bila sistem tersebut memiliki token (data unit khsusus yg digunakan bersama-sama) yg akan dilewarkan dari satu sistem ke sistem lain sekitar ring.
=========================================
komputer port adalah tempat adalah tempat dimana informasi masuk dan keluar. Di PC contohnya monitor sebagai keluaran informasi, keyboard dan mouse sebagai masukan informasi. Tetapi dalam istilah internet, port berbentuk virtual (software) bukan berbentuk fisik seperti RS232 serial port (utk koneksi modem).
**********************************************

6. Bagaimana TCP dan IP bekerja ?
———————————

Seperti yg telah dikemukakan diatas TCP/IP hanyalah merupakan suatu lapisan protokol(penghubung) antara satu komputer dg yg lainnya dalam network, meskipun ke dua komputer tersebut memiliki OS yg berbeda. Untuk mengerti lebih jauh marilah kita tinjau pengiriman sebuah email. Dalam pengiriman email ada beberapa prinsip dasar yg harus dilakukan. Pertama, mencakup hal-hal umum berupa siapa yg mengirim email, siapa yg menerima email tersebut serta isi dari email tersebut. Kedua, bagaimana cara agar email tersebut sampai pada tujuannya.Dari konsep ini kita dapat mengetahui bahwa pengirim email memerlukan “perantara” yg memungkinkan emailnya sampai ke tujuan (seperti layaknya pak pos). Dan ini adalah tugas dari TCP/IP. Antara TCP dan IP ada pembagian tugas masing-masing.

TCP merupakan connection-oriented, yg berarti bahwa kedua komputer yg ikut serta dalam pertukaran data harus melakukan hubungan terlebih dulu sebelum pertukaran data ( dalam hal ini email) berlangsung. Selain itu TCP juga bertanggung jawab untuk menyakinkan bahwa email tersebut sampai ke tujuan, memeriksa kesalahan dan mengirimkan error ke lapisan atas hanya bila TCP tidak berhasil melakukan hubungan (hal inilah yg membuat TCP sukar untuk dikelabuhi). Jika isi email tersebut terlalu besar untuk satu datagram * , TCP akan membaginya kedalam beberapa datagram.

IP bertanggung jawab setelah hubungan berlangsung, tugasnya adalah untuk meroute data packet . didalam network. IP hanya bertugas sebagai kurir dari TCP dalam penyampaian datagram dan “tidak bertanggung jawab” jika data tersebut tidak sampai dengan utuh (hal ini disebabkan IP tidak memiliki informasi mengenai isi data yg dikirimkan) maka IP akan mengirimkan pesan kesalahan ICMP*. Jika hal ini terjadi maka IP hanya akan memberikan pesan kesalahan (error message) kembali ke sumber data. Karena IP “hanya” mengirimkan data “tanpa” mengetahui mana data yg akan disusun berikutnya menyebabkan IP mudah untuk dimodifikasi daerah “sumber dan tujuan” datagram. Hal inilah penyebab banyak paket hilang sebelum sampai kembali ke sumber awalnya. (jelas ! sumber dan tujuannya
sudah dimodifikasi)

Kalimat Datagram dan paket sering dipertukarkan penggunaanya. Secara teknis, datagram adalah kalimat yg digunakan jika kita hendak
menggambarkan TCP/IP. Datagram adalah unit dari data, yg tercakup dalam protokol.

***********************************************
ICPM adalah kependekan dari Internet Control Message Protocol yg bertugas memberikan pesan dalam IP. Berikut adalah beberapa pesan potensial sering timbul (lengkapnya lihat RFC 792):

a. Destination unreachable, terjadi jika host,jaringan,port atau protokol tertentu tidak dapat dijangkau.
b. Time exceded, dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to live habis.
c. Parameter problem, terjadi kesalahan parameter dan letak oktert dimana kesalahan terdeteksi.
d. Source quench, terjadi karena router/host tujuan membuang datagram karena batasan ruang buffer atau karena datagram tidak dapat diproses.
e. Redirect, pesan ini memberi saran kepada host asal datagram mengenai router yang lebih tepat untuk menerima datagram tsb.
f. Echo request dan echo reply message, pesan ini saling mempertukarkan data antara host.

Selain RFC 792 ada juga RFC 1256 yg isinya berupa ICMP router discovery message dan merupakan perluasan dari ICMP, terutama membahas mengenai kemampuan bagi host untuk menempatkan rute ke gateway.
************************************************

7. Bagaimanakah bentuk format header protokol UDP,TCP,IP ?
———————————————————-

1. UDP
——

UDP memberikan alternatif transport untuk proses yg tidak membutuhkan pengiriman yg handal. Seperti yg telah dibahas sebelumnya, UDP merupakan protokol yg tidak handal, karena tidak menjamin pengiriman data atau perlindungan duplikasi. UDP tidak mengurus masalah penerimaan aliran data dan pembuatan segmen yg sesuai untuk IP.Akibatnya, UDP adalah protokol sederhana yg berjalan dengan kemampuan jauh dibawah TCP. Header UDP tidak mengandung banyak informasi, berikut bentuk headernya :

source port, adalah port asal dimana system mengirimkan datagram. Destination port, adalah port tujuan pada host penerima.
Length, berisikan panjang datagram dan termasuk data. Checksum, bersifat optional yg berfungsi utk meyakinkan bahwa data tidak
akan mengalami rusak (korup)

2. TCP
——
Seperti yg telah dibahas sebelumnya, TCP merupakan protokol yg handal dan bertanggung jawab untuk mengirimkan aliran data ke tujuannya secara handal dan berurutan. Untuk memastikan diterimanya data, TCP menggunakan nomor urutan segmen dan acknowlegement (jawaban). Misalkan anda ingin mengirim file berbentuk seperti berikut :
—————————————————–
TCP kemudian akan memecah pesan itu menjadi beberapa datagram (untuk melakukan hal ini, TCP tidak mengetahui berapa besar datagram yg bisa ditampung jaringan. Biasanya, TCP akan memberitahukan besarnya datagram yg bisa dibuat, kemudian mengambil nilai yg terkecil darinya, untuk memudahkan).
—- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —- —-
TCP kemudian akan meletakan header di depan setiap datagram tersebut. Header ini biasanya terdiri dari 20 oktet, tetapi yg terpenting adalah oktet ini berisikan sumber dan tujuan “nomor port (port number)” dan “nomor urut (sequence number)”. Nomor port digunakan untuk menjaga data dari banyaknya data yg lalu lalang. Misalkan ada 3 orang yg mengirim file. TCP anda akan mengalokasikan nomor port 1000, 1001, dan 1002 untuk transfer file. Ketika datagram dikirim, nomor port ini menjadi “sumber port (source port)” number untuk masing-masing jenis transfer. Yg perlu diperhatikan yaitu bahwa TCP perlu mengetahui juga port yg dapat digunakan oleh tujuan (dilakukan diawal hubungan). Port ini diletakan pada daerah “tujuan port (destination port)”. Tentu saja jika ada datagram yg kembali, maka source dan destination portnya akan terbalik, dan sejak itu port anda menjadi destination port dan port tujuan menjadi source port.

Setiap datagram mempunyai nomor urut (sequence number) masing-masing yg berguna agar datagram tersebut dapat tersusun pada urutan yg benar dan agar tidak ada datagram yg hilang. TCP tidak memberi “nomor” datagram, tetapi pada oktetnya. Jadi jika ada 500 oktet data dalam setiap datagram, datagram yg pertama mungkin akan bernomor urut 0, kedua 500, ketiga 1000, selanjutnya 1500 dan eterusnya. Kemudian semua susunan oktet didalam datagram akan diperiksa keadaannya benar atau salah, dan biasa disebut dg “checksum”. Hasilnya kemudian diletakan ke header TCP. Yg perlu diperhatikan ialah bahwa checksum ini dilakukan di kedua
komputer yg melakukan hubungan. Jika nilai keberadaan susunan oktet antara satu checksum dg checksum yg lain tidak sama, maka sesuatu yg tidak diinginkan akan terjadi pada datagram tersebut, yaitu gagalnya koneksi (lihat bahasan sebelumnya). Jadi inilah bentuk datagram tersebut:

Jika kita misalkan TCP header sebagai “T”, maka seluruh file akan berbentuk sebagai berikut :

T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—- T—-

Ada beberapa bagian dari header yg belum kita bahas. Biasanya bagian header ini terlibat sewaktu hubungan berlangsung.

- Seperti ‘acknowledgement number’ misalnya, yg bertugas untuk menunggu jawaban apakah datagram yg dikirim sudah sampai atau belum. Jika tidak ada jawaban (acknowledgement) dalam batas waktu tertentu, maka data akan dikirim lagi.

- Window berfungsi untuk mengontrol berapa banyak data yg bisa singgah dalam satu waktu. Jika Window sudah terisi, ia akan segera langsung mengirim data tersebut dan tidak akan menunggu data yg terlambat, karena akan menyebabkan hubungan menjadi lambat.

- Urgent pointer menunjukan nomor urutan oktet menyusul data yg mendesak. Urgent pointer adalah bilangan positif berisi posisi dari
nomor urutan pada segmen. Reserved selalu berisi nol. Dicadangkan untuk penggunaan mendatang.

- Control bit (disamping kanan reserved, baca dari atas ke bawah). Ada enam kontrol bit :

a. URG, Saat di set 1 ruang urgent pointer memiliki makna, set 0 diabaikan.
b. ACK saat di set ruang acknowledgement number memiliki arti.
c. PSH, memulai fungsi push.
d. RST, memaksa hubungan di reset.
e. SYN, melakukan sinkronisasi nomor urutan untuk hubungan. Bila diset maka hubungan di buka.
f. FIN, hubungan tidak ada lagi.

3. IP
—–

TCP akan mengirim setiap datagram ke IP dan meminta IP untuk mengirimkannya ke tujuan(tentu saja dg cara mengirimkan IP alamat
tujuan). Inilah tugas IP sebenarnya. IP tidak peduli apa isi dari datagram, atau isi dari TCP header. Tugas IP sangat sederhana, yaitu
hanya mengantarkan datagram tersebut sampai tujuan (lihat bahasan sebelumnya). Jika IP melewati suatu gateway, maka ia kemudian akan menambahkan header miliknya. Hal yg penting dari header ini adalah “source address” dan “Destination address”, “protocol number” dan “checksum”. “source address” adalah alamat asal datagram. “Destination address” adalah alamat tujuan datagram (ini penting agar gateway mengetahui ke mana datagram akan pergi). “Protocol number” meminta IP tujuan untuk mengirim datagram ke TCP. Karena meskipun jalannya IP menggunakan TCP, tetapi ada juga protokol tertentu yg dapat menggunakan IP, jadi kita harus memastikan IP menggunakan protokol apa untuk mengirim datagram tersebut. Akhirnya, “checksum” akan meminta IP tujuan untuk meyakinkan bahwa header tidak mengalami kerusakan. Yang perlu dicatat yaitu bahwa TCP dan IP menggunakan checksum yang berbeda.
Berikut inilah tampilan header IP :

Jika kita misalkan IP header sebagai “I”, maka file sekarang akan berbentuk :

IT—- IT—- IT—- IT—– IT—– IT—– IT—– IT—-

Selanjutnya berikut ringkasan mengenai bagian header yg belum dibahas :
a. Total length, merupakan panjang keseluruhan datagram dalam oktet, termasuk header dan data IP.
b. Identification, digunakan untuk membantu proses penggabungan kembali pecahan-pecahan dari sebuah datagram.
c. Flag,berisi tiga kontrol flag.
- bit 0, dicadangkan, harus 0.
- Bit 1, tidak boleh pecah.
- Bit 2, masih ada fragment lagi.
d. Fragment offset, menunjukan posisi fragment di dalam datagram.
e. Time to live, menunjukan batas waktu maksimal bagi sebuah datagram untuk berada pada jaringan.
f. Option, lihat RFC 791.

=======================================================

Oktober 2, 2007 Posted by | Ilmu pengetahuan | Tinggalkan komentar

Pendapat Seorang Pakar Java (Prof.DR.Helmi,Phd.)

saya bingung jawabnya, tapi pendapat saya jangan dianggap sepele ini mengenai pengetahuan apalagi saya sudah memiliki gelar yang tinggi…….???????

Mungkin Anda ?baru? mendengar tentang Linux. Linux adalah Operating System yang mirip UNIX. Sebelum kita membahas lebi h dalam mengenai Linux, kita lihat UNIX secara umum. UNIX adalah salah satu alternatif sistem operasi yang dapat kita pilih dari sekian banyak pilihan yang ditawarkan untuk dipasang di komputer kita. Sistem Operasi yang sekarang ini beredar di dunia, antara lain : Windows 3.11, Windows 9x, Windows NT, MacOS, Novell, OS/2, BeOS dan UNIX secara umum. UNIX sendiri berkembang dalam bentuk yang beragam, antara lain : BSD-4.4, NetBSD, FreeBSD, Solaris, SunOS, AIX, QNS, Xenix, SCO, Mach, XINU, GNU Hurd, OpenBSD, dan Linux secara umum.

Mengapa sebagian orang cenderung memakai UNIX?

Kalau pertanyaan itu dilontarkan sebelum 1-2 tahun terakhir ini, pasti yang menjawab adalah para profesional Information Technology (IT) yang bermain dengan INTERNET SERVER, baik untuk kepentingan pelayanan jasa koneksi Internet, maupun penanganan data-data melalui Internet (Networking). Dan jawabannya adalah UNIX is POWERFUL!!! Singkat tapi bermakna banyak bagi mereka. Karena dari awal pembuatannya UNIX memang memiliki latar belakang dan tujuan dalam Computer Networking, maka kemampuan dari UNIX dalam memberikan jasa internet lebih berkembang dan lebih reliable. Beberapa orang akan mengatakan bahwa ber-network-ria dengan UNIX lebih cepat dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Tetapi hal ini sangat relatif. Banyak orang yang akan membantah dan banyak pula yang mendukungnya, dan sampai saat ini masih berlangsung. Saya katakan relatif karena banyak faktor yang menentukkan performansi network dan tidak semudah itu untuk dibandingkan.
Tetapi jika pertanyaan itu dilontakan dalam 1-2 tahun terakhir, maka penjawabnya pun sudah berubah. Sekarang tidak hanya para profesional IT yang menggunakan UNIX, bahkan pengguna komputer biasa pun sekarang mulai menggunakan UNIX, dan umumnya menggunakan Linux. Dan jawaban yang diberikan selain jawaban yang sama dengan di atas, sekarang para pengguna komputer biasa pun mulai berani menjawab, UNIX sudah tidak terbatas sebagai komputer SERVER / pemberi layanan internet. Sekarang UNIX sudah mampu menggantikan fungsi Windows sebagai komputer Workstation / alat untuk bekerja sehari-hari, dan lebih stabil. Hal ini disebabkan oleh perkembangan UNIX yang mulai terlihat prospeknya sebagai sistem operasi Workstation juga, tanpa meninggalkan arah perkembangan dalam Computer-Networking.
UNIX lebih stabil dibandingkan sistem operasi lainnya, hal ini disebabkan konsep dan proses pembuatan dari sistem operasi tersebut, atau lebih tepatnya konsep dan proses pembuatan kernel. Mengenai apa itu kernel dan apa konsep mendasar yang membedakan dapat dilihat melalui site-site di internet. Salah satu bukti kestabilan UNIX, UNIX tidak pernah mengalami kegagalan sistem yang disebabkan oleh sistem operasi tersebut. Meskipun UNIX dapat mengalami kondisi ?HANG?, tapi hal tersebut disebabkan oleh kegagalan hardware dan kesalahan setting user (kegagalan kompile software/kernel). Tidak seperti sistem operasi yang sering kita gunakan, yang tiba-tiba nge-HANG tanpa sebab yang jelas.

Sekilas tentang Linux

(Varian UNIX, Distribusi, dan Versi)

Linux adalah sistem operasi, yang didefiniskan oleh banyak orang, sebagai sistem yang menyerupai UNIX atau UNIX-like / UNIX-style atau sering juga dengan kata UNIX-clone. Linux sendiri pada mulanya dikembangkan oleh seorang mahasiswa yang bernama Linus Torvalds (Finlandia). Jangan terkecoh dengan istilah-istilah di atas baik UNIX-like, UNIX-style maupun UNIX-clone!!! Mari kita lihat secara praktis saja, apa yang kita sebut jika dua benda yang bertingkah laku sama, berbentuk menyerupai, dengan konsep dasar yang hampir seluruhnya sama??? Kita akan mengatakan kedua benda itu adalah sama setidaknya kembar siam. Hanya saja yang satu lebih ramah dibandingkan yang lainnya. =) Yang membedakan antara varian UNIX adalah sifat-sifatnya yang berbeda kalo kita analogikan dengan membandingkan anak kembar dalam keluarga. Oleh karena itu, janganlah Anda terjebak dengan perkataan di media massa ataupun pernyataan seseorang di sebuah forum, bahwa Linux tidak sama dengan UNIX. Pada dasarnya semua UNIX itu berbeda, seperti kata saya sebelumnya, karena setiap varian UNIX punya kekhususan yang tersendiri, tergantung tujuan dari pengembangan sistem itu. Jadi memang benar Linux itu berbeda dengan UNIX yang lainnya, tetapi perbedaan itu terletak pada kekhususan yang dikembangkan oleh Linux. Linux saat ini cenderung lebih banyak bergerak di bidang ke-userfriendly-an dan ke-easy-to-use-an, seperti yang biasa kita peroleh dari Windows. Linux bersifat Open Source, yaitu source code dari aplikasi-aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi-aplikasi lainnya itu diberikan secara bebas, sehingga orang lain dapat melakukan modifikasi-modifikasi ataupun pengembangan-pengembangan yang sifatnya customize. Oleh karena itu, banyak individu dan organisasi yang mengembangkan Linux sesuai dengan keinginannya, yang mengakibatkan muncul banyak distribusi Linux, antara lain :

  • RedHat
  • Mandrake
  • Slackware
  • Debian
  • SuSE
  • Stampede
  • MkLinux
  • LinuxPPC
  • Yellowdog Linux
  • PhatLinux
  • Caldera OpenLinux
  • WinLinux2000
  • dan masih banyak lagi Apa yang membedakan mereka? Bagaimana kita memilihnya? Jawabannya sesungguhnya sederhana saja, kenali dulu mereka satu-satu, barulah kita memilih. Sebetulnya hampir mirip kita mencari jodoh, kita melakukan pendekatan dulu, kalo terasa cocok, baru kita teruskan ke jenjang yang lebih serius …. =) Jawaban yang lebih serius … apa yang membedakan sebuah sistem dengan sistem yang lain. Kita harus melihat hal-hal berikut:
    1.Versi kernelnya (kernel adalah inti dari sebuah sistem operasi)
    2.Tujuan dari dibuatnya sistem itu

    Maksudnya adalah sebuah sistem yang terinstall Linux bisa dikatakan berbeda jika versi kernelnya dan fungsi sistem itu berbeda. Yang satu menggunakan kernel versi 2.2.10 dan sebagai workstation, dan sedangkan yang satu lagi menggunakan kernel 2.0.36 dan sebagai sebagai server web, mail, dan ftp. Dapat saya katakan bahwa saya mampu membuat beberapa komputer bersistem operasi dengan distribusi Linux yang berbeda dengan hasil yang sama. Terasa sama tanpa beda sedikitpun. Artinya, terserah kita akan menggunakan distribusi apa saja karena kalau kita menginginkan komputer itu menjadi sesuatu yang khusus, aplikasi yang akan kita pasang pada sistem Linux kita tidak tergantung dengan distribusi, mereka lebih tergantung dengan versi kernel, jenis compiler (kalau di Windows mungkin Anda mengenal Pascal atau C++) dan library yang digunakan (kalau di Windows kita mengenalnya sebagai file .DLL).

    Beberapa faktor yang membedakan antara distribusi :
    1.Cara installasi
    2.Tujuan Pembuatan (fokus sebagai server / workstation, bisa diinstall di partisi yang sama dengan Windows, bisa langsung diakses dari Windows)
    3.Versi Kernel yang digunakan
    4.Aplikasi-aplikasi yang sudah termasuk dalam paket (misal : OpenLinux menyediakan StarOffice dan NetWare, sedangkan Slackware hanya memberikan aplikasi-aplikasi standar, dan Mandrake biasanya aplikasi sebagai workstation lebih banyak dibandingkan RedHat)

    Dari sekian banyak pertimbangan dalam memilih Linux, saya bisa memberikan sebuah tips yang mungkin akan sangat berguna. Selama ini saya juga menggunakan cara ini, yaitu: pilihlah distribusi yang di-release paling terakhir, misal untuk saat tulisan ini dibuat, RedHat 6.1 adalah versi distribusi Redhat paling akhir keluar dan Mandrake 7.0 adalah versi terakhir dari distribusi Mandrake. Mengenai sejarah, keunggulan, kelemahan, masalah teknis mengenai Linux, Anda bisa mencari informasi tersebut melalui Internet, dengan mengakses site-site Linux, antara lain :

  • http://www.linux.com
  • http://www.linux.or.id
  • http://bandung.linux.or.id
    atau mendownload modul Linux melalui ftp://www.ti.itb.ac.id/pub/Modul-Linux-ByLinuxBandung/ atau juga bergabung mailing list Linux Indonesia dengan mengirimkan e-mail ke alamat berikut :
  • linux-setup-subscribe@linux.or.id
  • linux-admin-subscribe@linux.or.id
  • linux-berita-subscribe@linux.or.id
  • linux-aktivis-subscribe@linux.or.id
  • PERINTAH DASAR LINUX
    Wah kalo udeh masuk ke halaman ini berarti udeh sukses menginstal yach….hebat dong,
    nah untuk pertama kali barangkali kita harus menyiapkan user baru dulu nich, selain root, karena apa, kalo kita baru pertama kali pegang barang baru biasanya kita selalu experimen kiri-kanan, dan ini berbahaya apa lagi anda lagi login sebagai root, nah biar aman kita main yang sebagai pengguna biasa-biasa saja nah untuk itu kita harus mempersiapkan user login lain selain root. kita ambil contoh user Helmi caranya gini nih :, karena yang bisa mempersiapkan/membuat hanyalah root makanya anda harus login dulu sebagai root

    Sebelumnya untuk diketahui bahwa dalam unix, perintah atau command adalah case sensitiv, yang berarti harus di perhatikan penggunaan huruf besar dan kecilnya.

    Perintah untuk berbagai operasi dasar di sistem operasi linux, beserta penjelasannya, dapat saudara lihat pada tabel yang telah penulis susun sebagai berikut:

    Perintah Keterangan
    any_command --help Menampilkan keterangan bantu tentang pemakaian perintah. “–help” sama dengan perintah pada DOS “/h”.
    ls Melihat isi file dari direktori aktif. Pada linux perintah dir hanya berupa alias dari perintah ls. Untuk perintah ls sendiri sering dibuatkan alias ls --color, agar pada waktu di ls ditampilkan warna-warna sesuai dengan file-filenya, biasanya hijau untuk execute, dsb.
    ls -al Melihat seluruh isi file pada direktori aktif beserta file hidden, lalu ditampilkan layar per layar.
    cd directory Change directory. Menggunakan cd tanpa nama direktori akan menghantarkan anda ke home direktori. Dan cd - akan menghantarkan anda ke direktori sebelumnya.
    cp source destination Mengopi suatu file
    mcopy source destination Mengcopy suatu file dari/ke dos filesystem. Contoh <tt>mcopy a:autoexec.bat ~/junk . Gunakan man mtools untuk command yang sejenis : mdir, mcd, mren, mmove, mdel, mmd, mrd, mformat….
    mv source destination Memindahkan atau mengganti nama file
    ln -s source destination Membuat Simbolic Links, contoh <tt>ln -sf /usr/X11R6/bin/XF86_SVGA /etc/X11/X, membuat Simbolic link dari file XF86_SVGA ke X
    rm files Menghapus file
    mkdir directory Membuat direktori baru
    rmdir directory Menghapus direktori yang telah kosong
    rm -r files (recursive remove) Menghapus file, direktori dan subdirektorinya. Hati-hati menggunakan perintah ini apabila anda login sebagai root, karena root dengan mudah dapat menghapus seluruh file pada sistem dengan perintah di atas, tidak ada perintah untuk undelete di Linux
    more Untuk melihat isi suatu file, dengan tambahan perintah more, maka isi file tersebut ditampilkan layar per layar.
    less filename Melihat suatu file layar per layar, dan tekan tombol “q” apabila ingin keluar,
    pico filename Edit suatu text file.
    pico -w filename Edit suatu text file, dengan menonaktifkan fungsi word wrap, sangat berguna untuk mengedit file seperti /etc/fstab.
    lynx file.html Melihat file html atau browse ke net dengan text mode, dimana gambar/image tidak dapat ditampilkan, tapi lynx adalah suatu browser yang sangat cepat, sangat berguna bila anda hanya menginginkan suatu artikel tanpa image.
    tar -zxvf filename.tar.gz Meng-untar sebuah file tar sekaligus meng-uncompress file tersebut (*.tar.gz atau *.tgz), untuk meletakkannya direktori yg diinginkan tambahkan option -C direktori, contoh tar -zxvf filename.tar.gz -C /opt (meletakkan file tersebut di direktori /opt
    tar -xvf filename.tar Meng-untar sebuah file tar yang tidak terkompress (*.tar).
    gunzip filename.gz Meng-uncompress sebuah file zip (*.gz” or *.z). dengan menggunakan gzip (juga zip atau compress) jika anda menginginkan mengompress file.
    bunzip2 filename.bz2 Meng-uncompress file dengan format (*.bz2) dengan utiliti “bzip2″, digunakan pada file yang besar.
    unzip filename.zip Meng-uncompress file dengan format (*.zip) dengan utiliti “unzip” yang kompatibel dengan pkzip for DOS.
    find / -name "filename" Mencari “namafile” pada komputer anda dimulai dengan direktori /. Namafile tersebut mungkin saja berisi wildcard (*,?).
    locate filename Mencari file dengan string “filename”. Sangat mudah dan cepat dari perintah di atas.
    pine Email reader yang sangat mudah digunakan, dan menjadi favorit banyak pemakai mesin Unix. Atau anda bisa pakai email yang sangat customize, yaitu mutt ,
    talk username1 Berbicara dengan keyboard dengan user lain yg sedang login pada mesin kita (atau gunakan talk username1@machinename</t> untuk berbicara dengan komputer lain). Untuk menerima undangan percakapan, ketikkan <tt>talk username2. Jika seseorang mencoba untuk berbicara dengan anda dan itu dirasakan mengganggu, anda bisa menggunakan perintah mesg n untuk menolak pesan tersebut. Dan gunakan perintah who atau rwho untuk melihat siapa user yang mengganggu tersebut.
    mc Menjalankan “Morton Commander” … eh… salah maksudnya “Midnight Commander” sebagai file manager, cepat dan bagus.
    telnet server Untuk menghubungkan komputer kita ke komputer lain dengan menggunakan protokol TELNET. Gunakan nama mesin atau Nomor IP mesin, dan anda akan mendapatkan prompt login name dari mesin tersebut, masukkan passwordnya, oh ya .. anda juga harus punya account di mesin remote tersebut. Telnet akan menghubungkan anda dengan komputer lain dan membiarkan anda untuk mengoperasikan mesin tersebut. Telnet sangat tidak aman, setiap yang anda ketik menjadi “open text”, juga dengan password anda! Gunakan ssh alih-alih telnet untuk mengakses mesin secara remote.
    rlogin server (remote login) Menghubungkan anda kekomputer lain. Loginname dan password, tetapi apabila account anda tersebut telah dipakai, maka anda akan mendapatkan pesan kesalahan pada password anda. Sangat tidak aman juga, gunakan ssh sebagai gantinya.
    rsh server (remote shell) Jalan lain untuk menghubungkan anda ke remote machine. Apabila login name/password anda sedang dipakai di remote mesin tsb, maka password anda tidak akan berlaku. Idem dengan rlogin, gantikan dengan ssh.
    ftp server Ftp ke mesin lain, ini sangat berguna untuk mengopy file ke/dari remote mesin. Juga tidak aman, gunakan scp dari keluarga ssh sebagai gantinya.
    minicom Program Minicom (dapat dikatakan seperti “Procomm/Hyperterminal for Linux”).
    ./program_name Menjalankan program pada direktori aktif, yang mana tidak terdapat pada PATH anda
    xinit Menjalankan X-window server (tanpa windows manager).
    startx Menjalankan X-window server dan meload default windows manager. Sama seperti perintah “win” under DOS dengan Win3.1
    startx -- :1 Menjalankan sesi X-windows berikutnya pada display 1 (default menggunakan display 0). Anda dapat menjalankan banyak GUI terminal secara bersamaan, untuk pindah antar GUI gunakan <Ctrl><Alt><F7>, <Ctrl><Alt><F8>, etc, tapi ini akan lebih banyak memakan memori.
    xterm (pada X terminal) ,menjalankan X-windows terminal. Untuk keluar ketikkan exit
    xboing (pada X terminal). Sangat lucu deh …., seperti games-games lama …..
    gimp (pada X terminal) Program image editor yang sangat bagus, bisa disamakan dengan Adobe Photoshop, yang membedakan adalah program ini gratis.
    netscape (pada X terminal) menjalankan netscape, versi pada waktu tulisan ini dibuat telah mencapai versi 4.7
    netscape -display host:0.0 (pada X terminal) menjalankan netscape pada mesin yang aktif dan menampilkan outputnya pada mesin yang bernama host display 0 screen 0. Anda harus memberikan akses untuk mesin aktif untuk menampilkannya pada mesin host dengan perintah xhost
    shutdown -h now (sebagai root) Shut down sistem. Umumnya digunakan untuk remote shutdown. Gunakan <Ctrl><Alt> untuk shutdown pada konsol (dapat dijalankan oleh user).
    halt reboot (sebagai root) Halt atau reboot mesin. Lebih simple dari perintah di atas.
    man topic Menampilkan daftar dari sistem manual pages (help) sesuai dengan topic. Coba man man. lalu tekan q untuk keluar dari viewer. Perintah info topic Manual pages dapat dibaca dilhat dengan cara any_command --help.
    apropos topic Menampilkan bantuan manual berdasarkan topik..
    pwd Melihat direktori kerja saat ini
    hostname Menampilkan nama local host (mesin dimana anda sedang bekerja). Gunakan perintah netconf (sebagai root) untuk merubah nama host dari mesin tersebut, atau edit file /etc/hosts
    whoami Mencetak login name anda
    id username Mencetak user id (uid) atau group id (gid)
    date Mencetak atau merubah tanggal dan waktu pada komputer, contoh merubah tanggal dan waktu ke 2000-12-31 23:57 dengan perintah; date 123123572000
    time Melihat jumlah waktu yg ditangani untuk penyelesaian suatu proses + info lainnya. Jangan dibingungkan dengan perintah date
    who Melihat user yang login pada komputer kita.
    rwho -a Melihat semua user yg login pada network anda. Layanan perintah rwho ini harus diaktifkan, jalankan setup sebagai root untuk mengaktifkannya.
    finger username Melihat informasi user, coba jalankan; finger root
    last Melihat user sebelumnya yang telah login di komputer.
    uptime Melihat jumlah waktu pemakaian komputer oleh seseorang, terhitung proses reboot terakhir.
    ps (=print status) Melihat proses-proses yang dijalankan oleh user
    ps axu Melihat seluruh proses yang dijalankan, walaupun tanpa terminal control, juga ditampilkan nama dari user untuk setiap proses.
    top Melihat proses yang berjalan, dengan urutan penggunaan cpu.
    uname -a Informasi system kernel anda
    free Informasi memory (dalam kilobytes).
    df -h (=disk free) Melihat informasi pemakaian disk pada seluruh system (in human-readable form)
    du / -bh (=disk usage) Melihat secara detil pemakaian disk untuk setiap direktori, dimulai dari root (in human legible form).
    cat /proc/cpuinfo Cpu info. Melihat file pada /proc directori yang bukan merupakan file nyata (not real files).
    cat /proc/interrupts Melihat alamat interrupt yang dipakai.
    cat /proc/version Versi dari Linux dan informasi lainnya.
    cat /proc/filesystems Melihat filesystem yang digunakan.
    cat /etc/printcap Melihat printer yang telah disetup
    lsmod (as root) Melihat module-module kernel yang telah di load.
    set Melihat environment dari user yang aktif
    echo $PATH Melihat isi dari variabel PATH. Perintah ini dapat digunakan untuk menampilkan variabel environmen lain dengan baik. Gunakan set untuk melihat environmen secara penuh.
    dmesg Mencetak pesan-pesan pada waktu proses boot. (menampilkan file: /var/log/dmesg).
    clear Membersihkan layar.
    adduser Menambah pengguna.

    September 24, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

    Cara Penginstalan Linux

    Sebagai catatan harddisk yang digunakan adalah 10Gb (belum di partisi) memory 256MB, Prosesor Intel P4 2.4GHz dan proses penginstallasian ini menggunakan VMware Workstation

    Sebelum meng-install Ubuntu pada BIOS harus di set Boot Device Priority-nya dulu, dalam menginstall Ubuntu Boot Device Priority harus di arahkan ke CDROM. Untuk masuk ke BIOS tiap Motherboard mempunyai standart sendiri. Namun sebagian besar tinggal menekan tombol delete atau F2. Ketika membooting pertama kali tekan F2 atau del untuk masuk BIOS, anda harus menekan nya dengan cepat, sebab bila tidak komputer akan masuk ke OS di hardisk. Apabila anda “lebih cepat” dari loading komputer anda maka tampilanya akan muncul sebagai berikut:

    Kemudian simpan konfigurasinya dan Kemudian reboot ulang

    Setelah di restart, maka akan muncul tampilan layar sebagai berikut (apabila komputer di booting via cdrom)

    Pilih Start or Install Ubuntu, tunggu hingga muncul layer

    Di LiveCd kita dapat menjajal kemampuan Ubuntu tanpa harus menginstall ke harddisk, pada saat ini anda dapat menulis dokumen, berinternetan, layaknya anada sudah menginstall ke Harddisk. Dan perlu diingat bahwasanya ini hanya bersifat readonly yang berarti semua dokumen yang di simpan di /home hanya lah sementara dan akan hilang jika di reboot. Kita asumsikan anda mempunyai hardisk baru 10 GB belum di partisi dan akan di install Ubuntu.

    Langkah selanjutnya kita harus mempartisi harddisk dulu, klik System>Administration>Gnome Partition Editor

    Karena kita akan membuat partisi baru maka klik kanan di area hitam muda hingga muncul seperti gambar diatas

    Kilk create, kemudian tunggu

    Klik kanan di area hitam muda lagi hingga muncul gambar diatas. Dan jangan lupa kita harus menentukan berapa mesar partisi yang digunakan. Di sini saya mempunyai harddisk 10 GB dengan di partisi 2 yaitu 8,7 GB untuk ext3 dan sisanya untuk swap. Kilk add bila kita sudah mengkonfigurasinya

    Setelah kita mengeklik add maka akan muncul warna biru pada areal hitam muda, pada gambar di atas masih terdapat area hitam muda hal ini di karenakan masih adanya ruang sisa. Untuk itu maka kilk kanan lagi pilh new

    areal yang kosong tadi akan digunakan sebagi partisi swap, kemudian klik add, (linux minimal membutuhkan partisi swap dan root) setelah itu bila kita ingin melakukan tindakan pemartisi hardisk yang telah di lakukan tadi maka klik apply hingga muncul tampilan

    Kilk aplly lagi, kmudian tunggu loadingnya

    Setelah proses pemartisian harddisk selesai maka akam muncul tampilan

    Kemudian Klik close. Untuk langsung menginstallnya kita dapat mengeklik icon INSTALL di Desktop dan tunggu loadingnya hingga muncul tampilan

    Dalam gambar di atas kita disuruh untuk menentukan bahasa yang akan kita gunakan, dalam gambar di atas saya memilih bahasa Inggris sebagai Bahasa yang akan digunakan, namun bila menghendaki bahasa Indonesia bisa memilih Bahasa Indonesia. Kemudian klik Fordward hingga muncul gambar

    Di sini kita akan menunjukkan di mana kita berada, karena dengan menunjukkan dimana kita berada system Ubuntu akan menyetel Format waktu GMT di sini saya menggunakan jakarta, bila sudah selesai kilk fordward

    kita di susruh untuk menentukan Jenis Keyboard yang kita gunakan, di Indonesia kebanyakan menggunakan American English, klik Fordward hingga muncul gambar

    Tampilan in di maksudkan untuk mengisikan identitas kita perlu di ingat saat mengisi username huruf yang digunakan harus kecil semua dan tidak boleh ada spasi, hal yang sama saat kita mengisi nama komputer kita. Klik Fordward hingga muncul gambar

    Dari tampilan di atas ada dua pilihan yaitu erase disk dan manually edit. Yang dimaksud dengan erase disk adalah menghapus semua isi dari hard disk namun ini cukup berbahaya apa bila anda mempunyai data yang sudah di simpan di harddisk. Untuk amanya pilih manually edit partition. Klik Fordward hingga muncul gambar

    Karena kita tadi sudah membuat partisi maka Klik Fordward hingga muncul gambar

    Dari gambar di atas kita disuruh untuk menentukan mount point dari dua partisi yang telah kita buat tadi, buatlah seperti gambar di atas. Klik Fordward hingga muncul gambar

    Ini adalah konfigurasi global yang telah kita buat untuk menginstall, Klik install (bila kita sudah mantap dengan konfigurasinya) hingga muncul gambar

    Bila komputer anda menunjukkan gambar seperti ini, maka Ubuntu sedang menyalin system ke dalam komputer anda. Waktu yang dibutuhkan untuk selesai loadingnya tergantung dari performa dari komputer yang anda miliki, sebagai perbandingan ketika saya saya menggunakan Pentium 4 dengan memory 512 MB dibutuhkan waktu sekitar 15menit saja. Setelah itu tunggu hingga tampilan layer

    Bila tampilan layar di komputer tampak seperti diatas maka berarti intalasi ubuntu di komputer anda telah selesai.

    September 24, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

    Different Gnome and KDE

    The GNOME project provides two things: The GNOME desktop environment, an intuitive and attractive desktop for users, and the GNOME development platform, an extensive framework for building applications that integrate into the rest of the desktop. You can learn more about how GNOME can work for you in our Why Choose GNOME? page.

    GNOME understands that usability is about creating software that is easy for everyone to use, not about piling on features. GNOME’s community of professional and volunteer usability experts have created Free Software’s first and only Human Interface Guidelines, and all core GNOME software is adopting these principles. Find out more about GNOME and usability at the GNOME Usability Project.

    KDE or the K Desktop Environment, is a network transparent contemporary desktop environment for UNIX workstations. KDE seeks to fulfill the need for an easy to use desktop for UNIX workstations, similar to desktop environments found on Macintosh and Microsoft Windows operating systems. The UNIX operating system is according to us the best available today. When it comes to stability, scalability and openness UNIX has no competition. In fact UNIX has been the undisputed choice of information technology professionals for many years. The lack of an easy to use contemporary desktop environment, however, has prevented UNIX from finding its way onto desktops of typical computer users in offices and homes. UNIX today dominates the server market and is the preferred computing platform for computing professionals and scientists alike. The Internet, a household name traces its heritage to UNIX. Inspite of such ubiquitous creations from the UNIX community, average computer users still expect it to be difficult to use and often stay away. This fact is particularly unfortunate since a number of implementations of UNIX, all of which are of exceptional quality and stability (Debian GNU/Linux, FreeBSD, NetBSD etc.) are freely available of the Internet.

    Perbedaan KDE dengan GNOME terletak pada kualitas gambar grafik dimana Kualitas dari KDE lebih jernih dibandingkan GNOME.

    September 24, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

    Jenis-jenis Distro Linux

    UBUNTU

    Ubuntu adalah salah satu distribusi Linux yang berbasiskan pada Debian dan memiliki interface desktop. Proyek Ubuntu disponsori oleh Canonical Ltd (perusahaan milik Mark Shuttleworth). Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep ideologi di Afrika Selatan. “Ubuntu” berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti “rasa perikemanusian terhadap sesama manusia”. Ubuntu juga bisa berarti “aku adalah aku karena keberadaan kita semua”. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak.

    Ubuntu adalah [sistem operasi] lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu sendiri dikembangkan oleh komunitas sukarelawan Ubuntu dan kami mengundang Anda untuk turut serta berpartisipasi mengembangkan Ubuntu!

    Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam [filosofi] Ubuntu:

    • bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya

    • bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan fisik, dan

    • bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

    Perihal kebebasan inilah yang membuat Ubuntu berbeda dari perangkat lunak berpemilik (proprietary); bukan hanya peralatan yang Anda butuhkan tersedia secara bebas biaya, tetapi Anda juga mempunyai hak untuk memodifikasi perangkat lunak Anda sampai perangkat lunak tersebut bekerja sesuai dengan yang Anda inginkan.

    Berikut ini adalah komitmen publik tim Ubuntu untuk para penggunanya:

    • Ubuntu akan selalu bebas dari biaya, maka dari itu tidak akan ada biaya tambahan untuk “edisi enterprise”, kami akan membuat semua pekerjaan terbaik Ubuntu tersedia untuk semua orang dengan istilah Bebas yang sama.

    • Ubuntu juga menyediakan dukungan komersial dari ratusan perusahaan di seluruh dunia. Ubuntu dirilis secara tetap dan dapat Anda prediksikan; rilis Ubuntu terbaru tersedia setiap enam bulan. Setiap rilis akan didukung oleh Ubuntu dengan perbaikan pada keamanan dan perbaikan lainnya secara bebas selama sekurangnya 18 bulan.

    • Ubuntu akan menyertakan terjemahan dan prasarana aksesibilitas terbaik yang dimiliki oleh komunitas Perangkat Lunak Bebas, hal ini berguna untuk membuat Ubuntu dapat dipergunakan oleh banyak orang. Kami juga bekerja sama dengan seluruh komunitas [Perangkat Lunak Bebas] dalam hal perbaikan bug dan saling membagi kode.

    • Ubuntu berkomitmen secara penuh terhadap prinsip-prinsip dari pengembangan perangkat lunak bebas; untuk ini kami mendorong masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak bebas dan open source, lalu memperbaikinya dan kemudian menyebarkannya kembali.

    Ubuntu cocok digunakan baik untuk desktop maupun server. Ubuntu saat ini mendukung berbagai arsitektur komputer seperti PC (Intel x86), PC 64-bita (AMD64), PowerPC (Apple iBook dan Powerbook, G4 dan G5), Sun UltraSPARC dan T1 (Sun Fire T1000 dan T2000).

    Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi desktop dapat dilakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk desktop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.

    KULIAX

    Kuliax adalah sebuah distribusi Linux LiveCD yang dikembangkan oleh Kuliax Project untuk pendidikan di universitas. Distribusi ini berbasis Debian GNU/Linux dan Knoppix, serta telah dioptimasi ke arah penggunaan desktop Linux.

    FEDORA

    Fedora (sebelumnya bernama Fedora Core, terkadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke-7.

    SUSE

    SUSE Linux adalah salah satu distro Linux utama yang dibuat di Jerman. SUSE Linux aslinya merupakan terjemahan dalam bahasa Jerman dari Slackware. Perusahaannya sekarang ini dimiliki oleh Novel, Inc. S.u.S.E adalah singkatan dari kalimat dalam bahasa Jerman “Software- und System-Entwicklung” (“Perangkat lunak dan pengembangan sistem”), tetapi ada informasi tidak resmi yang mengatakan bahwa S.u.S.E dihubungkan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse.

    DEBIAN

    Debian adalah sistem operasi berbasis kernel Linux. Debian termasuk salah satu sistem operasi Linux yang bebas untuk dipergunakan dengan menggunakan lisensi GNU. Debian adalah ‘kernel independen’, yaitu sistem operasi Debian dikembangkan murni tanpa mendasarkan pada sistem operasi yang telah ada.

    September 24, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | 1 Komentar

    Pengertian GNU, Kernel, Open Source, Live CD

        GNU/Linux adalah sebuah sistem operasi yang diciptakan oleh Linus Benedict Torvalds seorang mahasiswa Universitas Helsinki Finlandia di tahun 1991.Proyek GNU ini diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan sebuah sistem operasi lengkap mirip UNIX berbasis perangkat lunak bebas: yaitu sistem GNU (GNU merupakan akronim berulang dari “GNU’s Not Unix”; GNU dilafalkan dengan “genyu”). Varian dari sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas. Walau pun sistem ini sering dirujuk sebagai “Linux”, sebetulnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux. Ada salah satu fitur atau kemampuan yang sangat menarik dari GNU/Linux yang belum ada pada sistem operasi populer lainnya, yaitu menjalankan sistem operasi dan aplikasi lengkap tanpa menginstalnya di hard disk. Dengan cara ini dengan mudah kita dapat menggunakan GNU/Linux di komputer orang lain karena tak perlu menginstalnya (tak perlu mengutak-atik hard disk dan partisinya). Sejarah sistem operasi Linux berkaitan erat dengan proyek GNU, proyek program bebas freeware terkenal diketuai oleh Richard Stallman. Proyek GNU diawali pada tahun 1983 untuk membuat sistem operasi seperti Unix lengkap — kompiler, utiliti aplikasi, utiliti pembuatan dan seterusnya — diciptakan sepenuhnya dengan perangkat lunak bebas. Pada tahun 1991, pada saat versi pertama kerangka Linux ditulis, proyek GNU telah menghasilkan hampir semua komponen sistem ini — kecuali kernel. Torvalds dan pembuat kernel seperti Linux menyesuaikan kernel mereka supaya dapat berfungsi dengan komponen GNU, dan seterusnya mengeluarkan Sistem operasi yang cukup berfungsi. Oleh karena itu, Linux melengkapi ruang terakhir dalam rancangan GNU.

    Beberapa distro Linux Live CD yang banyak dipakai antara lain Knoppix, SUSE Live Eval, Mandrake Move, Gentoo Live CD, Slackware Live CD dll. Meskipun bentuknya Live CD, tetapi distro tersebut memiliki fungsi yang sama dengan distro-distro terinstal. Di dalam CD tersebut, sudah terdapat paket-paket umum yang biasa kita jumpai di distro Linux besar, seperti: OpenOffice, KOffice, XMMS, GIMP, Konqueror, dan sebagainya. Namun ada beberapa pengecualian, yaitu beberapa paket yang memang sangat besar dan kiranya tidaklah umum digunakan oleh home user, mengingat kapasitas CD yang terbatas, yaitu sekitar 700MB.
    Kepraktisan itu ada batasnya karena selama operasionalnya, Linux Live CD tidak mempunyai sebuah tempat khusus di dalam harddisk. Linux Live CD hanya memiliki tempat di memori utama (RAM), sehingga setelah di-restart, semua isi RAM akan dikosongkan dan Linux Live CD harus melakukan inisialisasi ulang untuk mendeteksi semua perangkat keras yang dimiliki oleh user. Selain itu, kinerja dari Linux Live CD sendiri juga tidak bisa maksimal, karena kecepatan komputer untuk mengakses CD-ROM jauh lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan mengakses harddisk.

    Dalam ilmu komputer, kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman. Istilah Linux sebetulnya hanya mengacu pada kernel dari suatu sistem operasi. Kernel adalah Jembatan antara hardware dan aplikasi-aplikasi yg menterjemahkan bahasa software sehingga mampu dimengerti dan diproses oleh hardware sesuai dengan permintaan. Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing. Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer. Sebuah kernel sistem operasi tidak harus ada dan dibutuhkan untuk menjalankan sebuah komputer. Program dapat langsung dijalankan secara langsung di dalam sebuah mesin (contohnya adalah CMOS Setup) sehingga para pembuat program tersebut membuat program tanpa adanya dukungan dari sistem operasi atau hardware abstraction. Cara kerja seperti ini, adalah cara kerja yang digunakan pada zaman awal-awal dikembangkannya komputer (pada sekitar tahun 1950). Kerugian dari diterapkannya metode ini adalah pengguna harus melakukan reset ulang komputer tersebut dan memuatkan program lainnya untuk berpindah program, dari satu program ke program lainnya. Selanjutnya, para pembuat program tersebut membuat beberapa komponen program yang sengaja ditinggalkan di dalam komputer, seperti halnya loader atau debugger, atau dimuat dari dalam ROM (Read-Only Memory). Seiring dengan perkembangan zaman komputer yang mengalami akselerasi yang signifikan, metode ini selanjutnya membentuk apa yang disebut dengan kernel sistem operasi.

    Selanjutnya, para arsitek sistem operasi mengembangkan kernel sistem operasi yang pada akhirnya terbagi menjadi empat bagian yang secara desain berbeda, sebagai berikut:

    • Monolithic Kernel. Monolithic kernel mengintegrasikan banyak fungsi di dalam kernel dan menyediakan lapisan abstraksi perangkat keras secara penuh terhadap perangkat keras yang berada di bawah sistem operasi.

    • Microkernel. Microkernel menyediakan sedikit saja dari abstraksi perangkat keras dan menggunakan aplikasi yang berjalan di atasnya—yang disebut dengan server—untuk melakukan beberapa fungsionalitas lainnya.

    • Hybrid kernel. Hybrid kernel adalah pendekatan desain microkernel yang dimodifikasi. Pada hybrid kernel, terdapat beberapa tambahan kode di dalam ruangan kernel untuk meningkatkan performanya.

    • Exokernel. Exokernel menyediakan hardware abstraction secara minimal, sehingga program dapat mengakses hardware secara langsung. Dalam pendekatan desain exokernel, library yang dimiliki oleh sistem operasi dapat melakukan abstraksi yang mirip dengan abstraksi yang dilakukan dalam desain monolithic kernel.

    open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code dari aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab. Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka “kode sumber” dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka. Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.

    September 24, 2007 Posted by | Ilmu Komputer | Tinggalkan komentar

       

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.